Sebagai bentuk implementasi terhadap Permendikbudsaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, Fakultas Kebidanan dan Keperawatan terus melakukan penguatan mutu akademik melalui pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Upaya tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan Dekan Fakultas Kebidanan dan Keperawatan, Ketua Program Studi Sarjana Kebidanan dan Keperawatan, serta dosen di lingkungan program studi pada kegiatan Workshop Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) yang diselenggarakan oleh Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Indonesia (AIPKIND) Koordinator Wilayah Sumatera Selatan di Poltekkes Kemenkes Palembang pada tanggal 25–26 April 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh institusi anggota AIPKIND wilayah Sumatera Selatan sebagai bagian dari penguatan implementasi kurikulum berbasis luaran (outcome-based curriculum), peningkatan mutu pembelajaran, serta penyelarasan kurikulum pendidikan kebidanan dengan kebijakan nasional pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia kerja. Workshop ini juga menjadi wadah kolaborasi akademik dan benchmarking antarperguruan tinggi dalam pengembangan kurikulum, sistem penilaian capaian pembelajaran lulusan (CPL), serta penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis OBE.
Hari pertama kegiatan, Sabtu, 25 April 2026, diawali dengan registrasi dan pembukaan kegiatan oleh panitia pelaksana. Materi utama disampaikan oleh Dr. Yuni Kusmiyati, SST., Bdn., MPH mengenai implementasi kerangka kurikulum OBE. Pembahasan difokuskan pada konsep dasar pengembangan kurikulum berbasis luaran, penyelarasan capaian pembelajaran lulusan (CPL) dengan profil lulusan, pengembangan struktur kurikulum, serta constructive alignment antara CPL, CPMK, metode pembelajaran, dan sistem evaluasi pembelajaran. Narasumber juga menekankan pentingnya implementasi kurikulum yang adaptif dan relevan terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi.
Sesi berikutnya membahas sistem penilaian pada kurikulum OBE yang menitikberatkan pada mekanisme evaluasi ketercapaian CPL dan CPMK melalui sistem asesmen yang edukatif, objektif, akuntabel, dan transparan. Pembahasan mencakup pengembangan indikator penilaian, teknik asesmen formatif dan sumatif, rubrik penilaian, serta integrasi sistem evaluasi pembelajaran dalam mendukung continuous quality improvement pada proses pendidikan.
Materi selanjutnya membahas penyusunan RPS berbasis OBE yang menekankan keterkaitan antara CPL, CPMK, sub-CPMK, metode pembelajaran, pengalaman belajar mahasiswa, indikator penilaian, dan bobot evaluasi pembelajaran. Narasumber menjelaskan bahwa RPS tidak hanya berfungsi sebagai dokumen administrasi pembelajaran, tetapi sebagai instrumen pengendalian mutu akademik dalam memastikan ketercapaian learning outcomes secara terukur dan sistematis.
Hari kedua kegiatan, Minggu, 26 April 2026, difokuskan pada praktik penyusunan peta kurikulum dan RPS berbasis OBE bersama fasilitator. Peserta melakukan praktik langsung dalam menyusun pemetaan CPL dengan mata kuliah, penyelarasan CPMK dan sub-CPMK, penyusunan strategi pembelajaran, hingga pengembangan sistem penilaian berbasis capaian pembelajaran. Kegiatan praktik ini bertujuan untuk memperkuat implementasi kurikulum OBE secara aplikatif di tingkat program studi serta memastikan keterpaduan antara dokumen kurikulum, proses pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran.
Pelaksanaan workshop ini diharapkan mampu memperkuat budaya mutu akademik di lingkungan program studi, meningkatkan kompetensi dosen dalam pengembangan kurikulum berbasis OBE, serta mendukung implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang selaras dengan kebijakan nasional pendidikan tinggi dan kebutuhan transformasi pendidikan kebidanan di Indonesia.
